• AddressJl. Gatot Subroto No.100, Yosodadi
  • Emailinfo@ummetro.ac.id
  • Contact(0725) 42445

Kajian Dhuha UMMETRO: Penguatan Standarisasi AIK dan Pemahaman HPT bagi Civitas Akademika

Kegiatan rutin Kajian Dhuha yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP-AIK) Universitas Muhammadiyah Metro kembali berlangsung pada Jumat pagi (24/04/2026) di Masjid Baitur Rozaq. Kajian kali ini menghadirkan narasumber Ustadz Dr. Sujino, M.Pd.I, dosen Program Magister Administrasi Pendidikan Pascasarjana UMMetro, dengan tema “Kapita Selekta AIK”. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan di lingkungan UMMetro.

Dalam pemaparannya, Dr. Sujino menegaskan pentingnya standarisasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan kampus sebagai bagian dari penguatan identitas perguruan tinggi Muhammadiyah. Menurut beliau, implementasi AIK tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus benar-benar diinternalisasikan dalam kehidupan akademik dan budaya kampus.

Beliau juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap Buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) yang terdiri dari tiga jilid, yang seharusnya menjadi rujukan utama bagi dosen dan karyawan dalam memahami ajaran Muhammadiyah secara komprehensif. Namun demikian, beliau mengungkapkan bahwa saat ini baru sekitar 5% di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), di tingkat ranting, cabang, dan daerah yang benar-benar membahas dan memahami HPT secara mendalam. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan literasi keislaman berbasis tarjih di lingkungan Muhammadiyah.

Dalam kajiannya, beliau juga mengingatkan kembali nilai-nilai fundamental dalam akidah, bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Nilai ini harus tercermin dalam sikap hidup seorang muslim, termasuk dalam kehidupan profesional. Beliau menambahkan, “Ketika kita sukses, maka bersyukurlah. Ketika gagal, maka teruslah berjuang.” Selain itu, sebagai warga dan kader Muhammadiyah, penting untuk memiliki sikap “sami’na wa atha’na” (kami dengar dan kami taat) terhadap keputusan-keputusan Persyarikatan Muhammadiyah.

Kajian ini juga dikaitkan dengan visi Universitas Muhammadiyah Metro sebagai “Pusat Keunggulan Profetik Profesional, Modern, dan Mencerahkan.” Materi yang disampaikan menjadi penguatan bahwa nilai-nilai profetik harus menjadi landasan dalam pengembangan profesionalisme civitas akademika, sekaligus mendorong modernitas yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam yang mencerahkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas akademika UMMETRO semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai AIK secara utuh, sehingga mampu mewujudkan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter keislaman dan kemuhammadiyahan.  (JoniWu)