Kuliah Umum MAP UM Metro Hadirkan Kolaborasi Pembelajaran Berbasis Proyek dan Masalah untuk Mewujudkan Kelas Kolaboratif dan Partisipatif

Metro, 29 Juni 2024 – Program Studi Magister Administrasi Pendidikan (MAP) Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro menyelenggarakan kuliah umum secara daring melalui webinar bertajuk “Project Based Learning dan Case/Problem Based Learning untuk Mendukung Kelas Kolaboratif dan Partisipatif” pada Sabtu, 29 Juni 2024, pukul 13.00–15.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Program Studi Magister Administrasi Pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan wawasan dan kompetensi dosen serta mahasiswa mengenai penerapan model pembelajaran inovatif. Kuliah umum tersebut diikuti oleh mahasiswa Pascasarjana jalur reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), mahasiswa baru RPL, dosen, tenaga kependidikan, serta peserta dari luar Universitas Muhammadiyah Metro.

Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber dari perguruan tinggi berbeda, yaitu Dr. Herlina, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Tadulako dan Dr. Sutrisni Andayani, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Magister Administrasi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro. Kolaborasi akademik ini menjadi sarana berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses perkuliahan.

Dalam pemaparannya, Dr. Herlina, S.Pd., M.Pd. membahas penerapan Project Based Learning (PjBL) sebagai pendekatan pembelajaran yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian proyek. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama dalam menghasilkan karya atau solusi yang relevan dengan kebutuhan dunia nyata.

Sementara itu, Dr. Sutrisni Andayani, M.Pd. menyampaikan materi mengenai Case/Problem Based Learning (CBL/PBL), yaitu pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan kasus dan permasalahan kontekstual sebagai dasar pengembangan kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi permasalahan, mengkaji berbagai alternatif penyelesaian, berdiskusi secara kolaboratif, serta merumuskan solusi berdasarkan landasan teori dan hasil analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua pendekatan pembelajaran tersebut memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana perkuliahan yang lebih dinamis, interaktif, dan berpusat pada mahasiswa. Penerapan pembelajaran berbasis proyek, kasus, dan masalah diharapkan mampu mengubah paradigma pembelajaran dari sekadar penyampaian materi menjadi proses pengembangan kompetensi melalui pengalaman belajar yang bermakna.

Selain meningkatkan kualitas proses pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Magister Administrasi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 7 tentang kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Melalui penerapan model pembelajaran inovatif, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan dalam dunia pendidikan.

Penyelenggaraan kuliah umum yang melibatkan narasumber dari Universitas Tadulako ini sekaligus mencerminkan upaya penguatan kolaborasi akademik antarlembaga perguruan tinggi. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Administrasi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan partisipatif sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi serta menghasilkan lulusan yang profesional, kritis, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.